PT Bakti Energi Sejahtera Resmikan Fasilitas Produksi Sawdust Maker di Tasikmalaya, Dukung Percepatan Transisi Energi Bersih
Sebagai wujud nyata komitmen dalam mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, PT Bakti Energi Sejahtera resmi mengoperasikan fasilitas produksi Sawdust Maker di wilayah Tasikmalaya. Fasilitas pengolahan modern ini secara khusus dikembangkan sebagai proyek percontohan nasional (pilot project) yang diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam upaya pencapaian target Net Zero Emission (NZE). Melalui inovasi ini, perusahaan berupaya menghadirkan solusi energi alternatif yang sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan hidup.
Dalam operasionalnya, pabrik pengolahan ini mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu serbetan untuk diolah menjadi energi biomassa ramah lingkungan. Fasilitas ini dirancang dengan sangat mumpuni, di mana kapasitas produksinya mampu mencapai 60 ton per hari guna memastikan stabilitas pasokan energi secara berkelanjutan. Momen antusiasme jajaran manajemen dan tamu undangan saat meninjau langsung area mesin pengolahan berkapasitas tinggi ini turut diabadikan dengan apik dalam dokumentasi "Peresmian Fasprod Tasikmalaya.jpg".
Acara peresmian fasilitas ini berlangsung khidmat dan lancar dengan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan kunci. Turut hadir dalam momen bersejarah tersebut jajaran direksi PT Bakti Energi Sejahtera, yakni Direktur Utama Bapak Lutfi Nazi serta Direktur Keuangan dan SDM Bapak Abdul Fatah Nasution. Kehadiran mereka disambut baik oleh tokoh dan perangkat daerah setempat, di antaranya Bapak Hokkop Situngkir, Kepala Desa Kadipaten Bapak Cecep Agah Nagoya, beserta Kapolsek setempat yang memberikan dukungan penuh terhadap jalannya proyek ramah lingkungan ini.
Di sela-sela agenda peresmian, Direktur Utama PT Bakti Energi Sejahtera, Bapak Lutfi Nazi, menyampaikan pesan kuat mengenai visi besar di balik pembangunan fasilitas ini. "Fasilitas produksi Sawdust Maker di Tasikmalaya ini adalah bukti konkret komitmen kami dalam mempercepat transisi energi bersih di tanah air. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan kayu serbetan, kita tidak hanya menekan emisi karbon demi terwujudnya Net Zero Emission, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi sirkular masyarakat," ungkapnya. Pabrik percontohan ini diharapkan akan menjadi standar baru serta percontohan nasional tentang bagaimana industri dapat tumbuh beriringan dengan kelestarian bumi.