Menanam Pohon Angsana di Bangka untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Energi Daerah

Menanam Pohon Angsana di Bangka untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Energi Daerah

  • Content Writer
  • 12 Views
Dalam upaya mendukung ketahanan energi dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK), PT Timah Tbk melalui Divisi Engineering & Operation Excellent (EOE) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka dan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dalam kegiatan penanaman pohon energi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Karya, Air Kantung, Sungailiat, pada Jumat, 28 Februari 2025. Sebanyak 1.500 bibit pohon Angsana ditanam dalam kegiatan tersebut, dengan 750 bibit di antaranya disalurkan oleh METI. Bibit tersebut berasal dari sejumlah perusahaan bioenergi di Kabupaten Bangka, termasuk PT BEST YPK PLN, PT Biro Teknik Sinar Baru, KOPETINDO, PT Solusi Energindo Inovasi, dan PT Mentari Biru Energi. Ketua III METI, Ir. Widi Pancono, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena dinilai mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor energi. Ia juga menyoroti peran PT Timah dalam memanfaatkan lahan bekas tambang untuk kegiatan penghijauan yang sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi daerah. Menurut Widi, PT Timah memiliki lebih dari 100 ribu hektare lahan di Bangka yang apabila dikelola dengan baik memiliki potensi untuk mendukung ketahanan energi daerah. Pengembangan energi terbarukan di Bangka juga dinilai memiliki peluang besar, khususnya melalui program co-firing yang memanfaatkan biomassa sebagai campuran bahan bakar batu bara di PLTU Air Anyir. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengembangan tanaman energi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Salah satu contohnya adalah pabrik biomassa yang dikelola di Desa Air Duren yang telah menyerap lebih dari 200 tenaga kerja lokal dengan upah minimal sesuai UMR. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka, Ismir, menyampaikan mengenai target transisi energi nasional melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan. Upaya tersebut dapat didukung melalui penghijauan dengan tanaman energi yang memiliki biaya perawatan relatif rendah, seperti Angsana dan Akasia yang dapat tumbuh di lahan reklamasi bekas tambang. Tanaman energi juga memiliki manfaat dalam mendukung penurunan emisi karbon. Selain itu, hasil panen tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku woodchip untuk kebutuhan biomassa. Konsep pengembangan bioenergi yang diterapkan melibatkan masyarakat setempat dan difokuskan pada pemanfaatan lahan non-hutan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung program transisi energi nasional. Penggunaan biochar sebagai media tanam juga menjadi salah satu rekomendasi dalam pengembangan program tersebut. Biochar dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan karena tersedia dari limbah pabrik sawit di wilayah Bangka. Sementara itu, Division Head EOE PT Timah Tbk, Muhammad Ihsan, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon energi merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Pada tahun tersebut, PT Timah menjalankan program akreditasi properti hijau dan menargetkan penanaman sebanyak 1.500 pohon Angsana yang selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku woodchip. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bangka Belitung, Forkopimda Kabupaten Bangka, PLN EPI, PLN UIW Babel, PLN NP Bangka, PLN UPK Babel, TNI AL, serta Kejaksaan Bangka. Kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, organisasi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan energi terbarukan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.